Home

SEKAPUR SIRIH
Pengikut Thoriqot (ajaran sufi) yang sesungguhnya adalah mereka yang berjalan diatas dasar Al–Qur’an dan Sunnah Rasul SAW dan tidak keluar darinya meski seujung jari sekalipun, mereka adalah orang - orang yang mengikuti jalan ‘Ulama Salafus Sholihin baik dalam keimanan, aqidah, maupun praktek ritual yang oleh al Imam Kabir Syaikh Muhyiddin Abdul Qodir Jailani dinyatakan dalam Al Gunyahnya beliau, mereka adalah pengikut kaum Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.
Sesungguhnya Tashawuf bukan sesuatu yang bersifat baru atau tambahan ataupun pengadaan kandungan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul SAW. Tetapi justru merupakan abstraksi konkrit tentang keagungan Islam yang selama ini kurang diperhatikan oleh para ‘Ulama Fiqih setelah periode ‘Ulama Salaf. Mereka sibuk dalam pertikaian perbedaan pendapat, terpecah pecah dalam berbagai pendapat, sehingga kurang memperhatikan praktek ritual yang pernah dipraktekan pada periode para Shahabat dan ‘Ulama Salaf.
Generasi Islam dewasa ini seandainya mengikuti jejak para ‘Ulama Salafus Sholihin yang hidup di kurun–kurun pertama, tentu kehidupan keagamaan mereka berada di garis nilai kebenaran yang meliputi segala aspek baik aspek pendidikan, praktek ritual dan pemahaman, mereka tidak mungkin menafsirkan secara negatife bahwa kecenderungan kemunduran ummat Islam abad ini disebabkan oleh keberadaan Madrasah Sufi yang terpisah dari Madrasah ‘Ulama Fiqih dan kaum Teolog. Asumsi ini didasarkan pada satu sebab bahwa generasi islam periode pertama mengambil Islam secara utuh (kaffah), yang menjadikan pemikiran, pendidikan, ritual, da’wah, dan fiqih dalam satu kesatuan secara utuh. Menggabungkan kejernihan hukum dan nilai ketaqwaan dalam keutuhan dunia sufistik dan memahami aspek hukum tanpa harus meninggalkan aspek lain, inilah yang disebut ISLAM.
Adalah manusia memiliki dua rumah, satu rumah jasadnya yaitu dunia yang fana ini, dan yang kedua adalah rumah ruhnya yaitu alam tinggi. Tetapi karena Haqiqat manusia terletak pada ruhnya, maka manusia merasa terasing di dunia ini, karena alam ruhanilah merupakan tempat ruh atau jiwa yang sesungguhnya. Perasaan terasing seperti inilah yang kemudian memicu sebuah “pencarian”, dan dengan itu pula manusia memulai melakukan perjalanan spiritualnya menuju Tuhannya. Inilah yang kita sebut dengan “tarekat”(thoriqoh). Tuhan yang sebagai “tujuan akhir dari perjalanan hidup manusia tentu bersifat ruhani, manusia harus berjuang dengan gigih (Mujahadah) untuk menembus rintangan-rintangan (Hijab) agar ruhnya menjadi suci. Itulah sebabnya kata “tashowuf” berasal dari kata “shoffa” yang berarti kesucian. Penyucian jiwa adalah syarat penting dalam rangka mendekatkan diri kepada Yang Maha Suci. Salah satu kenyataan yang jarang disadari oleh peminat tashowuf adalah satu kenyataan bahwa tashowuf dalam arti sebenarnya tidak bisa/mudah dipahami terlebih diamalkan hanya dari sebuah buku.
Diatas sebidang tanah di daerah Klayan Gunung Jati Cirebon, kami hadir menyeruak memberi ruangan bagi siapapun yang merindukan ‘Pendakian Ruhani’ menuju Taqorrub Ilallah dalam naungan Cinta dan Ridhonya. Amiin
.
Powered by CMSimple_XH | test (X)html | test css | Login
Template: ge-webdesign.de











